Mencari penawaranLaporan dan Analitik Picodi.com

Pembelian Buku di Indonesia (dan di seluruh Dunia)

PicodiApril 15, 2019

Sejak ditemukannya metode percetakan, buku telah menjadi salah satu sumber informasi paling penting tentang dunia. Meskipun di era ini Internet yang canggih lebih mudah untuk mencari informasi, peran buku masih akan tetap sama karena buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan namun juga ide dan inspirasi.

Selama beberapa dekade, Hari Buku Dunia dan Hak Cipta yang telah ditetapkan oleh UNESCO adalah bentuk apresiasi terhadap buku. Perayaan yang relatif baru ini merupakan inspirasi bagi Tim Analisis Picodi.com untuk menggali informasi tentang bagaimana, kapan, mengapa, serta apakah orang Indonesia membeli buku, juga bagaimana perasaan pembaca tentang literatur tersebut.

Kapan kita membeli buku?

Banyaknya Toko Buku online di Indonesia adalah bukti bahwa orang Indonesia membaca dan membeli buku. Data statistik menunjukkan bahwa permintaan buku di toko buku online meningkat paling tinggi di bulan Desember (12% dari semua transaksi tahunan). Selama Diskon Online terbesar tahun lalu, Harbolnas, buku bukanlah produk yang paling populer. Akan tetapi, peningkatan aktivitas pengguna internet pada bulan Desember, dikonversikan menjadi omset untuk Toko Buku Online. Penurunan signifikan tercatat pada bulan Juni sebesar 6% dari semua transaksi tahunan.

PERUBAHAN DALAM PERMINTAAN JUMLAH BUKU DI INDONESIA DARI TAHUN KE TAHUN

Mengapa kita membeli buku?

Kami melakukan survei di antara orang Indonesia untuk mempelajari cara mereka membeli buku. Kami tidak mencari tahu jumlah orang yang membaca. Tujuan paling penting dari penelitian kami adalah untuk memahami tren konsumen di bidang literatur.

Dari mana orang Indonesia mendapatkan buku? Sebanyak 47% menyatakan bahwa mereka membeli buku di toko buku konvensional, lebih sedikit pembaca sekitar 31% meminjam dari perpustakaan, serta hanya 12% yang meminjam dari teman. Sisanya sebanyak 10% mengakui bahwa mereka tidak banyak membaca atau sama sekali tidak tertarik pada buku.

Kami mengajukan pertanyaan: “Apakah Anda membeli setidaknya satu buku tahun lalu?” – jawaban yang positif dari wanita sebesar 65% dan 61% untuk pria. Responden ini adalah kelompok sasaran kami – kami bertanya kepada mereka tentang jenis buku yang disukai, tempat membeli dan genre favorit.

MEMBELI BUKU DI INDONESIA

Pembelian buku dalam bentuk audiobook semakin populer setiap tahunnya. Namun, di Indonesia, buku audio masih belum terlalu diminati. Tahun lalu, buku audio digital dan CD masing-masing hanya dibeli 2% dan 1%. Pembelian buku cetak kertas adalah yang paling populer untuk pembaca Indonesia, 55% responden memesan buku secara online dan 73% membeli buku di toko buku konvensional.

Sebagian besar, dengan porsi (56%) dari pembaca membeli buku karena selera dan keputusan mereka sendiri. Sebesar (44%) membeli karena rekomendasi teman, (13%) berdasarkan buku yang difilmkan dan (6%) buku dengan label best seller. Mengingat semakin populernya Internet dan media sosial, ulasan blogger juga memainkan peran penting yaitu (14%). Harga murah dipilih sebanyak 50% sebagai faktor penentu untuk membeli buku. Ini merupakan aspek yang penting mengingat 10% responden berpendapat bahwa harga relatif tinggi dan 6% menganggapnya terlalu mahal. Lebih dari seperempat (27%) menyatakan bahwa harga buku masih pada batas wajar.

Mengapa orang Indonesia membeli buku? Hampir sebagian membeli karena mereka suka membaca (49%). Lebih dari seperempat (27%) membeli buku untuk belajar atau bekerja dan hanya 8% yang membeli sebagai hadiah. Sekitar 16% responden menyatakan bahwa membeli buku merupakan metode pelepas stress bagi mereka (kami memutuskan untuk tidak bertanya apakah mereka benar-benar membaca buku-buku tersebut).

Genre paling populer

Sebagian besar pembaca memilih fiksi (75%). Selanjutnya yang juga disukai orang Indonesia, yaitu nonfiksi, dan buku tentang bisnis (masing-masing 41% dan 31%).

Tidak mengherankan bahwa fiksi merupakan yang paling populer. Berbagai genre memungkinkan pembaca di seluruh dunia menemukan sesuatu yang mereka sukai. Diantara genre yang paling populer adalah thriller, fiksi ilmiah dan fantasi, sejarah, romansa, dan petualangan. Di sisi lain, modern dan puisi klasik adalah yang paling sedikit disukai.

Mayoritas orang (56%) membeli buku sesekali dan beberapa kali setahun dan 23% responden ingin membeli buku sebulan sekali.

Sebagian besar orang yang disurvei (69%) merasa puas dengan buku-buku yang tersedia di pasar. Dari 31% responden berpendapat bahwa penerbit Indonesia tidak cukup menerbitkan judul.

Negara yang paling sedikit membeli buku?

Harus ditekankan bahwa tujuan penelitian kami bukan untuk menentukan negara yang paling banyak membaca di dunia. Namun, kami dapat mengidentifikasi negara, tempat buku paling sering dibeli adalah Turki, Rusia, dan Spanyol Indonesia menempati posisi relatif rendah, dengan hanya 67% orang yang membeli setidaknya satu buku selama setahun terakhir. Di posisi setara dengan Indonesia ada negara-negara seperti Peru, dan Afrika Selatan.

PEMINAT BUKU DARI BERBAGAI DUNIA

Metodologi

Laporan ini berdasarkan data internal platform e-commerce global Picodi.com mengenai transaksi di toko buku online dan survei yang dilakukan pada Maret 2019 di antara 7800 responden dari 41 negara.

Sumber-sumber

  • https://www.un.org/en/events/bookday/
  • https://www.similarweb.com/top-websites/indonesia/category/books-and-literature/book-retailers
  • https://www.forbes.com/sites/adamrowe1/2018/08/31/audiobooks-are-officially-the-publishing-industrys-2018-trend/#1f0848465e8f

Penggunaan Publik

Apakah Anda bersedia berbagi informasi dan infografis tentang buku ini di Indonesia dan di seluruh dunia dengan pembaca Anda? Jangan ragu untuk menggunakan semua data dan infografis yang disajikan dalam laporan ini untuk tujuan komersial dan non-komersial selama Anda menunjukkan penulis penelitian (Picodi.com) dengan tautan ke subhalaman ini.