Mencari penawaranLaporan dan Analitik Picodi.com

Black Friday menurut orang Indonesia

PicodiNovember 12, 2019

Setiap tahunnya, ribuan pemburu diskon menantikan akhir November, karena disaat itulah Black Friday, kegilaan belanja terbesar tahun ini, akan hadir. Pengecer telah mempersiapkan berbulan-bulan hingga akhirnya, pada 29 November, menawarkan promosi dan diskon terbaik untuk pelanggan mereka.

Awalnya, Black Friday dulu hanya dikenal di Amerika Serikat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, acara ini telah menyebar ke benua lain, termasuk negara kita. Orang Indonesia menyambut dengan tangan terbuka kesempatan untuk berpartisipasi dalam penjualan terbesar ini.

Di bagian Indonesia manakah Black Friday paling populer? Apa perbedaan sikap terhadap penjualan di antara pria dan wanita? Berapa banyak uang yang bersedia dibelanjakan oleh orang Indonesia dan untuk produk apa? Di mana dan kapan konsumen Indonesia berbelanja? Analis Picodi.com melihat lebih dekat pada fenomena Black Friday dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Raja dari semua penjualan

PENGAKUAN PELANGGAN

Black Friday bukan satu-satunya hari libur belanja di bulan November. Meskipun tidak begitu familiar bagi orang Indonesia, banyak negara merayakan Hari Singles pada tanggal 11 November. Dinamai sesuai dengan banyaknya angka “satu” dalam tanggal tersebut mewakili orang yang masih lajang, Hari Singles berasal dari Cina. Diskon sangat besar yang ditawarkan pada hari itu menarik banyak orang, terutama di Asia.

Survei yang dilakukan oleh Picodi.com menunjukkan bahwa Black Friday jelas lebih terkenal di Indonesia. Di antara responden yang mengambil bagian dalam salah satu liburan belanja November, 36 persen berpartisipasi dalam penjualan Black Friday. 51 persen memanfaatkan Black Friday dan Singles’ Day. Hanya 13 persen yang menjawab bahwa mereka hanya ambil bagian dalam Singles’ Day.

Puncak Belanja di kota-kota Indonesia

PENJUALAN TERBANYAK

Meskipun Black Friday dirayakan di seluruh Indonesia, di beberapa kota orang mengantisipasi lebih banyak daripada yang lain. Dengan data internal dari Picodi.com, kami menemukan kota-kota di mana peningkatan kunjungan di toko online adalah yang terbesar (dibandingkan dengan hari Jumat biasa).

Peningkatan minat terbesar dalam penjualan Black Friday tercatat di kota Samarinda. Black Friday juga telah mendapatkan popularitas yang signifikan di antara penduduk Batam dan Tangerang, yang masing-masing mengambil tempat kedua dan ketiga. Yogyakarta berada di tempat keempat, diikuti oleh Banjarmasin.

Pembeli Pria versus Wanita

PROFIL RATA-RATA DARI KONSUMEN INDONESIA

Penjualan Black Friday cukup populer bagi orang Indonesia baik pria maupun wanita. Sebanyak 23 persen responden wanita akan berpartisipasi dalam Black Friday – 18 poin persentase lebih sedikit dari pembeli laki-laki.

Wanita membeli lebih sedikit produk: 1,8 produk dibandingkan dengan 2,4 produk yang dibeli oleh pria. Tentunya, Pria menghabiskan lebih banyak uang daripada wanita pada Black Friday. Rata-rata wanita rela menghabiskan sekitar IDR 433,000, sementara rata-rata pria sekitar IDR 528,000.

Alasan di balik perbedaan seperti itu mungkin adalah fakta bahwa pada Black Friday kategori teratas produk yang dibeli oleh pria adalah elektronik. Selain itu, pembeli pria dan wanita memilih pakaian dan sepatu sebagai pembelian utama mereka.

Black Friday adalah tentang promosi. Dalam hal ini juga, pria dan wanita memiliki preferensi yang terpisah. Wanita yang disurvei memilih produk gratisan sebagai jenis promosi favorit mereka. Tempat kedua mengambil diskon rendah untuk berbagai jenis produk, dan kode atau kupon diskon ada di tempat ketiga. Di sisi lain, promosi favorit pria adalah diskon rendah untuk berbagai jenis produk. Diikuti oleh kode atau kupon diskon dan kemudian promo beli 2 dapat 3.

Tidak menyia-nyiakan waktu

WAKTU DAN TEMPAT TERBAIK UNTUK SHOPPING

Popularitas belanja online meningkat dari tahun ke tahun, terutama karena acara seperti Black Friday atau Singles ‘Day. Lebih dari sepertiga dari orang Indonesia yang disurvei (42 persen) akan berbelanja online pada Black Friday. Responden lainnya, tidak jauh beda (41 persen) memutuskan untuk berbelanja di secara online dan offline. Hanya 17 persen orang Indonesia yang mengaku akan berbelanja secara eksklusif di toko-toko konvensional.

Salah satu alasan untuk tidak berbelanja di mal adalah harus mengantre dan berdesak-desakan. Meskipun di Indonesia situasinya tidak ekstrim, di beberapa negara, tutorial khusus dibuat tentang bagaimana menanggung antrean yang tidak pernah berakhir pada Black Friday. Meski demikian, tidak semua orang rela membuang waktu untuk mengantre. Di antara responden Indonesia, sebanyak 23 persen wanita dan pria menyatakan bahwa mereka lebih suka merelakan produk pilihannya daripada menunggu dalam antrean.

Mereka yang memutuskan untuk memesan secara online tidak perlu khawatir tentang antrean dan dapat berbelanja setiap saat. Di Internet Indonesia, puncak aktivitas belanja jatuh pada pukul 10:00 dan 13:00. Konsumen melakukan pembelian di rumah, selama perjalanan, atau bahkan di tempat kerja – 69 persen orang Indonesia yang disurvei mengakui bahwa mereka berbelanja saat sedang bekerja.

Metodologi

Laporan ini didasarkan pada data statistik kearsipan platform Picodi.com, serta survei yang dilakukan atas nama Picodi.com antara 9-20 Oktober 2019.

Penggunaan Umum

Apakah Anda ingin berbagi informasi tentang Black Friday di Indonesia dengan pembaca Anda? Jangan ragu untuk menggunakan data dan infografis dari laporan untuk tujuan komersial dan non-komersial selama Anda menunjukkan penulis penelitian (Picodi.com) dengan tautan ke subhalaman ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi kami: research@picodi.com.